Pidato Pak Kades: Ini Hari untuk Bumi

Hari yang panas disusul terpaan angin kemarau membikin orang-orang terlihat basah. Basah oleh keringat. Saat yang sama, pada hari itu, 22 April, merupakan Peringatan Hari Bumi. Pak Kades yang kala itu sedang melihat-lihat kalender sambil menyeka-nyeka leher dengan belacu kekuningan seketika menepuk dahinya.
“Duh, Biyung! Sekarang lak Hari Bumi, tho!”
Staff-staff yang berada di ruangan sambil kipas-kipas [...]

Read Users' Comments (33)

Surat Kartini

Kala ku membisu dan menelungkupkan telapak menutupi paras,
Kartini menegakkannya,
Dibilang, “Hei, kau itu pemberani,”
Seketika ku dongakkan kepala dan lalu menyambut sinar mentari
Berlagak menjadi pemberani dan memang benar.
Berani menyambut hari,
Berani mencoba mendongak namun tak congkak.
Kartini bilang,” teruskan perjuangan,”

Read Users' Comments (12)

Di Penghujung Ufuk

Belukar menguning, Jati meranggas. Kemarau. Aku masih berjalan mengiring kali kecil penghubung Desa Rengkok dengan Desa Balonggereng, menapaki jalan bebatuan yang berserak, sesekali melintasi petak-petak sawah yang ditinggal pemiliknya. Aku membawa sekeranjang besar mangga untuk ibu. Semoga ia mengampuniku.
*
“Rong Dosoworso*, nduk.” Ibu menggumam, mengayun-ayun kursinya yang renta, seperti dirinya. “Rong Dosoworso, enggonku ngenteni,” lanjutnya. Aku [...]

Read Users' Comments (29)

Ya Rasul, Muhammad…

“Nak, kamu tahu rasulullah?” tanyaku pada gadis kecilku, Dewi, suatu kali. Ia menggeleng lemah, kiranya ia tidak mengerti.
“Lalu, apa yang kamu tahu?” ujarku mencoba membuatnya lebih fokus.
“Nabi Muhammad, ” jawabnya singkat. Dewi masih sibuk dengan crayon-crayonnya. Ia menggambar.
Aku tertawa dalam hati. Toh sama saja, pikirku.
“Rasulullah itu ya Nabi Muahmmad, nak,” jelasku padanya. Sesaat crayon yang [...]

Read Users' Comments (35)

 Page 1 of 3  1  2  3 »