Surat Kartini
Kala ku membisu dan menelungkupkan telapak menutupi paras,
Kartini menegakkannya,
Dibilang, “Hei, kau itu pemberani,â€
Seketika ku dongakkan kepala dan lalu menyambut sinar mentari
Berlagak menjadi pemberani dan memang benar.
Berani menyambut hari,
Berani mencoba mendongak namun tak congkak.
Kartini bilang,†teruskan perjuangan,â€



