HelloFest 6: Gatotkaca “Transformer” hingga Film “Pisuhan”
HelloFest motion picture arts festival adalah sebuah event tahunan yang diselenggerakan oleh HelloMotion sebagai ajang bagi para kreator audio visual lintas genre. Hellofest tidak hanya menayangkan film pendek, event tersebut juga dimeriahkan oleh Pasar Hellofest dan juga KostuMasa (Cosplay). Tahun ini, Hellofest 6, dihelat dengan 181 karya HelloFest, 52 karya Detik Award, dan 300 KostuMasa.
Jargon Hellofest “Film hingga penonton gokil” memang benar, karena sebagian besar penonton yang datang mengenakan kostum. “Kita pengen menyelenggarakan event yang berbeda, jadi bukan hanya filmnya yang menarik, tapi penontonnya juga gokil supaya memberi inspirasi.” Jelas Wahyu Aditya, founder sekaligus CEO Hellofest. “Harapannya sih, kedepannya, semua penonton bakal berkostum kalau datang kesini,” tambahnya.
Screening film pendek dimulai sekitar pukul 18.00 hingga 22.00 WIB, menampilkan karya-karya kreator audio visual muda Indonesia. Penayangannya dibagi menjadi 3 tahap, dan pemilihan karya terbaik dilakukan oleh dewan juri juga penonton, seperti layaknya pemilu, penonton diberikan kertas untuk mencontreng film favorit mereka.
Untuk karya terbaik pilihan dewan juri, kreator akan mendapatkan “Kuldesak Award” dari Mira Lesmana, dan karya yang terpilih itu bertajuk “Lamen”. Sedangkan untuk film favorit penonton, tercetuslah “Badminton” sebagai jawara dan “Grammar 3” sebagai runner up. Grammar 3 merupakan film pendek kreasi M. Solikhin, Surabaya, yang berisi anekdot “pisuhan arek suroboyo” (kata-kata kotor orang Surabaya).
“Surabaya memang terkenal dengan pisuhannya, tapi, dibalik itu, sebenarnya Surabaya juga memiliki potensi yang lain, dalam Grammar 3 ini, saya mengangkat potensi kulinernya, lontong balap. “Jelas Cak Ikin, panggilan akrab M. Solikhin yang berhak atas “Jalan-jalan gratis ke Singapura”.
Selain pengumuman karya film terbaik, penonton berkostum atau KostuMasa terheboh dan teroriginal juga dianugerahkan. Untuk kategori KostuMasa terheboh, pemenangnya adalah Tim Gekkifuri, sedangkan penghargaan untuk kostum dengan ide original diapresiasikan pada Rifky si Gatotkaca modern yang terinspirasi dari Film Transformer.
“Pahlawan Indonesia selama ini dikenal sebagai sosok yang tradisional, jadi saya dan kakak ada ide untuk membuatnya menjadi lebih futuristik, rujukan kostum ini dari Bumble Bee yang di Film Transformer itu lho..” Aku Rifky yang juga menghiasi rangka robotnya itu dengan batik dan bendera Indonesia.




Hm…Smoga dg adanya even ini dan even2 yang akan datang, dpt mbwt kita semua selalu mencintai, menghargai, juga bangga atas setiap kekayaan budaya negeri ini…
wah dateng juga ya ke hellofest? temen ku dateng tapi sayang dia gak menang
@Ridu: waah..sayang banget….kamu nggak dateng, Du?? kok gaketemu??
Bagus blognya, keren tulisannya ya..
numpang baca-baca dulu yaa..
@buderfly:makasiiii
@Tatang:monggo
Can you point me to a whole lot more articles like this please?