A Memoir of Nur Kamim
Curhat, Pengalaman | sheilayla | October 20, 2009 at 6:36 pm
Nur Kamim, adalah sahabat saya semenjak duduk di kelas sepuluh SMA. Dulunya kami menjadi penghuni X-7, kelas paling gokil karena banyak siswa tidak naik kelas yang masih jadi memedhi disana. Waktu itu saya sempat khawatir, jangan-jangan saya bisa makin nakal, ikut-ikutan tidak naik kelas, dan menjadi biang bolos…ternyata kenyataan tidak seperti itu. Di kelas X-7 saya menemukan sahabat-sahabat yang bisa membuat tertawa: Indra Pesek, Tito Item, Jay, Hiprita Chiput, Vivi Gembul, Elisa Lemot, Dhita, Chusnul centil, My Sweet Sista- Keppy dan tentu saja, Nur kamim alias Kimi.
Awalnya, nama Kimi saya anugerahkan padanya karena Kamim adalah nama yang aneh menurut saya, alhasil, saya mencomot nama karakter dalam salah satu sinetron yang sedang beken saat itu. Jadilah ia dipanggil Kimi sehari-harinya.
Ketika naik kelas ke kelas XI IPA 2, ternyata, saya sekelas lagi dengan Kimi. Jadilah kami semakin akrab. Dia sering kerumah saya, kami juga biasa berkegiatan bareng: jadi tim mading, koordinator SKI (ROHIS), dia juga pernah bergabung menjadi anggota Osis dan sempat beken, banyak pengikutnya, lalu bersibuk-sibuk mengurusi majalah sekolah: Kimi, Itoer dan saya.
Sialnya, kelas XII IPA 2, karena sudah penjurusan, maka kami yang semula tergabung di kelas XI menjadi rekan seperjuangan lagi. Tetap saja, trio haha-hihi: Kimi, Itoer dan saya, ditambah teman sebangku yang juga gila: Hiprita Chiput semakin menjadi-jadi. Bayangkan saja, puas sekelas dengan Kimi 2 tahun, ternyata harus nambah setahun lagi!
Di kelas XII, kami disibukkan oleh beberapa mata pelajaran yang diujikan secara nasional (UN), gila-gilaannya sempat terhenti, kami sibuk dengan program bimbingan belajar masing-masing. Kimi dengan Pr*magamanya, saya dengan SS*dan Ganesh* Operation, masing-masing mencoba untuk menembus perguruan tinggi negeri.
Stress memang stress, tapi alhamdulilah, saya akhirnya bisa menembus PMDK UNAIR jurusan Tek. Lingkungan, dia juga bisa masuk PMDK ke K3 Poltek Perkapalan ITS. Kami senang sekali, karena setelah berdarah-darah mengirim formulir kesana-kemari, belajar hingga lupa makan, akhirnya diterima juga. Sayangnya, saya tidak mengambil PMDk Unair dan beralih ke Beasiswa Univ. Paramadina, Jakarta.
Setelah kuliah, kami terpisah jauh. Saya bahkan tidak mendengar kabarnya hingga setahun terakhir. Kami jarang bertukar info, paling hanya berhubungan lewat friendster, dan ketika akun itu saya non aktifkan, saya tidak bisa mengontak Kimi lagi. No. Hpnya juga tidak pernah aktif. Karena sibuk dengan kuliah masing-masing saya di Jakarta, Kimi di Surabaya, maka kami lost contact. Saya tidak begitu pusing kala itu, karena, toh, saya merasa masih punya banyak teman lainnya.
Beberapa kali saya pulang ke Surabaya dan masih tidak bisa bertemu dengannya, libur semester 1, semester 2, hingga terakhir kemarin, libur lebaran, saya di Surabaya bahkan sampai lebih dari satu bulan. Tapi saya tidak berambisi untuk bertemu dengan Kimi. Saya kira Kimi sudah tidak ingin berhubungan dengan kawan-kawan lamanya, hampir semua teman SMAnya tidak terlalu intens, dan sering tidak tahu-menahu tentang kabar Kimi. Saya jadi tidak memedulikannya lagi.
Suatu hari, ketika Lebaran, Mirza Mimink memberi saya No.Hp Kimi yang baru, iseng saya sms, akhirnya dibalas, dia bilang rindu sekali, saya jadi terharu dan tidak jadi marah-marah. Kami sering mengadakan kumpul bareng warga GHOST tiap liburan, tapi dia tidak pernah datang. Kami memaklumi, karena kuliah di POLTEK sama seperti sekolah SMA, pergi pagi, pulang malam. Begitu terus dari senin hingga jumat.
Terakhir saya dengar kabarnya, ketika saya hendak balik ke Jakarta, tanggal 24 September 2009, teman-teman berlebaran ke rumah, dan mereka berencana mengunjingi Kimi setelah saya ke stasiun. Dwi Januar “DJ” dan Heri “Hewan” yang ke rumahnya. Mereka bilang ke saya bahwa Kimi baik-baik saja.
Baru kemarin, 19 Oktober 2009, saya mendengar kabar lagi bahwa Nur Kamim alias Kimi alias Kimo sudah berpulang ke Rahmatullah. Ia mengalami kecelakaan parah pukul 10 pagi di kawasan Balong Sari, tabrakan dengan mobil. Awalnya ia dilarikan ke RS. Muji Rahayu, tapi tidak mumpuni penangannya, maka Kimi langsung dibawa ke RSUD. Dr. Soetomo dalam keadaan tidak sadar, hingga akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya pukul 17.00 WIB. Pemakamannya dihelat pukul 23.00 WIB di hari yang sama, beberapa teman bertakziah kesana. Saya hanya menunggu laporan dari mereka.
Miris, memang, tapi apa boleh buat. Nur Kamim, sahabat yang baik itu, telah meninggalkan saya selamanya.
Tags: best friend, dead, kecelakaan, meninggal, sahabat, sma, Surabaya


Tweet This
Digg This
Save to delicious
Stumble it
sangat menarik artkel anda ^.^
mbak . . . jadii seddiii bged rsanyah . blunnn smpt ktmu . trakhir malah dgr kbar keg gtu . ikhlas dan doakan ajh iaa .
@ lele: Iya,,doakan saja yaa ….
mudah-mudahan kenangan indah itu melekat baik dan abadi.. masih ingat cerita ini???
@ Gempur: MAsyaoloooh pak… ;____:
Inget banget !!!
hiks…hiks…
aku malahan br tau hari ini mbak dr mas andhika…
sediiih banged rasanya, masi keinged banged ma mas kamim, rasanya bener” gg percaya…
semoga amal ibadahnya diterima ALLAH SWT…
Q akan selalu terngat kebaikan dia sep..!!! sampai skrng q blm percaya klu dia telah meninggal
..Qmu yang bersahabt selama SMA saja segitu…kehilangan apalagi q yg bersahabat semenjak kelas 1 SMP ama dia..!!rasax separuh hidupq hilang…
@ alfi: Amin…doanya aja dek….
@ adit: but we gotta move along ya,,
innalillahi…
kamim yang pernah ktemu di bungkul itu kan!
smuga amal ibadah diterima di sisiNya
*amin
you’ll never leave someone until you forget him.
selama masih ada di hati, maka tidak akan pergi kemana.
@kucluk: iya mas…amin,,, smga diterima doanya
@ momogi: idem ^^
Innalillahi wainna ilaihirroji’un…
baru tau nih..
Innalillahi wainna ilaihirroji’un…
jd sedih q bca artikel u dek….
q jg alumni 06 SMA11 loe…
q knl khamim it lai dy mc SMP dy jg adek kls q, bhkn prnh jg jd murid silat q…kmn2 sll j buntutin q, bhkn wktu SMP dy sll bilang “mbk q pgen kyk pean” n it kt2 yg mc q ingt pek krg…
dy it bik n konyol sll bwt org merasa nyman saat ngbrol m dy….
dl dy pernh blg m q klo ud lu2s dr SMP dy ingin msk SMA11 n setlh lu2s dr SMA dy ingin kul d ITS…n smuay terwujud…
q bangga bgt m dy, dy sll b’usha u/ wjudtin p yg dy inginkn…
1hal yg bs qt contoh dr dy yaitu…jgn pernh pntag mnyerh, sll berusaha dan semangat demi mencapai p yg qt iginkn…
mudah2n khamim (kimi) di lapangkan jalannya…amin!!!
walah nostalgia sma toh
Moga bahagia ja dia dsana…
Innalillahiwainnailaihiroji’un!
semoga amal ibadah kimi di terima di sisi-Nya. .
Friendship never die. .
@ all: maksih doanya ^^
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
Semoga sahabatmu diterima ALLAH SWT sesuai dgn amal ibadahnya.
iy bro..mksh y,,
ternyata nasib kita sama baru aja ditinggal sahabat. semoga amal2 beliau diterima di sisi-Nya,,amin,,
tulisannya bagus2 mbak,,,apalagi itu kenang2 an brsm org yg kita sayank atw sahabt,,
memang sedih ditinggal org yg kt syng,,,,
turut berduka cita mbak…
salam kenal yaa mbak…
