Film Ketika Cinta Bertasbih
Disclaimer: Postingan ini hanya review, lebih enak kalo nonton sendiri lo

Scene dibuka dengan lansekap-lansekap mesir aseli
, memanjakan mata, dan agak lama untuk sebuah movie-beginning menurut saya, karena tanpa dialog. Untung pemandangan yang di-shoot memang worth it, jadi terbayar sudah.
Then the story goes..
Terkisah seorang Azzam (M. Kholidi Asadil Alam), mahasiswa asal Indonesia yang menuntut ilmu di Al-Azhar University, Kairo, Mesir selama Sembilan tahun karena memang harus kuliah sambil kerja sebagai penjual tempe dan basso untuk menghidupi keluarganya di Indonesia. Azzam tinggal bersama rekan-rekannya di flat yang juga sesama mahasiswa Indonesia. Semuanya berjumlah enam orang.
Eliana (Alice Norin), anak duta besar KBRI di Saudi Arabia dekat dengan Azzam dkk. Sekedar untuk urusan bisnis, biasanya kolega KBRI memesan makanan khas Indonesia untuk acara-acara khusus pada , tapi kedekatan mereka sepertinya lebih dari sekedar rekan bisnis, Eliana bahkan sempat akan memberi French-Kiss pada Azzam atas kerjanya yang bagus, namun tentu saja Azzam menolak, Eliana menjadi tersinggung dan naik pitam. Setelah mendapat penjelasan dari Azzam, Eliana akhirnya mengerti, semuanya juga untuk menjaga kesucian keduanya. Mereka belum halal satu sama lain.
Di sisi lain, menyadari usianya yang kian matang, Azzam jadi berpikir untuk membina Rumah Tangga, Elliana menjadi salah satu kandidatnya, namun Pak Ali (Didi Petet) yang bertahun-tahun menjadi sopir keluarga Elliana mencegah, karena mereka tidak cocok. Terlalu beda visi hidup. Ia lalu merekomendasikan anak Kyai, Ana Althafunnisa (Oki Setiana Dewi), gadis anggun yang menurutnya betul-betul cocok bagi Azzam.
Setelah memikirkan beberapa waktu dan berdasar pada firasat, Azzam nekat melamar Ana yang belum pernah dilihatnya, bahkan lewat foto sekalipun, pada pamannya, Ustad Mujab (Habiburrahman el Shirazy).
Mendengar permintaan tersebut, pamannya menolak dan menyuruh Azzam untuk memikirkan ulang jika ingin melamar gadis yang bahkan tingkat intelegensinya lebih tinggi darinya, jika memang Ana ingin menikahi pria, tentu ia akan memilih yang minimal sama-sama lulusan S2 atau bahkan lebih baik lagi. Kabar buruknya, ternyata Ana juga telah dilamar sahabatnya sendiri, Furqon (Andi Arsyil Rahman), seorang calon master yang akan segera sidang thesis, tentu saja Azzam merasa tidak memiliki kesempatan lagi.
Dan cerita terus bergulir, tidak hanya berpusat pada Azzam, tapi juga sahabat-sahabatnya, dengan konflik masing-masing yang menurut saya cukup menarik namun masih satu tema, tentang cinta, tentang pengorbanan.
Jika diperbandingkan dengan film dakwah ala Habiburrahman yakni Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih cenderung lebih mengalir alurnya, juga lebih fresh, diselingi humor-humor sehingga proses penyampaian dakwah yang terkadang kaku sehingga terkesan menggurui tidak terlalu kentara.
Sinematografinya juga pas, apalagi menembak pemandangan-pemandangan indah khas Mesir sangatlah menyenangkan mata penonton. Akting bintang-audisi yang mungkin belum professional tidak merusak film, bahkan bisa diberi predikat lumayan untuk kategori pendatang baru. Malah dialog aktor senior macam Didi Petet sangat disayangkan, banyak kata-kata yang kelihatannya tak dihapalnya, padahal tidak diujarkan dalam bahasa Arab.
Ada lagi hal ganjil dalam film ini yang dapat dikatakan sebagai ‘kebocoran’ sutradara, yakni saat Furqon menerima Vonis HIV. Tampak ia bercakap-cakap dengan salah seorang dengan menggunakan Bahasa Indonesia, sedangkan orang tersebut berbahasa Arab. Lalu baru berbahasa Arab diakhir dialognya di scene tersebut. So weird ! Ada juga kata-kata sensoran yang membuat saya penasaran, dialog terakhir antara Pak Ali dengan Azzam ketika membicarakan Eliana yang sedang marah ketika mengalami penolakan French-Kiss oleh Azzam.
Hidden-Advertising juga terlihat dan sangat tidak senonoh. Ada Bank Mandiri dan Yamaha, okelah, Untuk Bank Mandiri, mungkin tidak sevulgar Yamaha. Terdapat adegan penyebutan produk “MIO†dalam surat Ayatul Husnah (Meyda Safira) pada Azzam. Menurut saya hal itu tidak perlu terjadi, merusak harmonisasi sinematografi.
Toh, dalam kesehariannya, Husna juga mengendarai motor-matic tersebut di sepanjang adegan yang diambil di Sraten-Jawa Tengah, kediamannya.
Afterall,
Saya memberikan predikat B pada film garapan Chaerul Umam ini atas prosesi adegan yang menarik, dengan komplikasi-konflik tingkat menengah yang cenderung tidak main-main dan shooting menawan. Namun, kesalahan yang cukup fatal ada pada pemotongan adegan KCB 1 ke KCB 2.
Mungkin, para sineas seharusnya lebih belajar cara pemotongan prekuel-sekuel yang tidak mengecewakan penonton.
Setelah menonton KCB 1, saya berasa nonton sinetron di rumah, dengan tulisan ‘to be continued’ nya.
Setelahnya, terdapat cuplikan-cuplikan KCB 2, yang malah bikin penasaran!
Coba belajar dari Film-film dengan sekuel bejibun seperti Harry Potter, misalnya, meski berlanjut, tapi tak pernah ada yang namanya tulisan ‘to be continued’. Dan ending dari film tersebut tidak terkesan menggantung, meski masih berkelanjutan.
Hal ini benar-benar seperti DOSA BESAR film yang diperuntukkan bagi penonton bioskop, karena kami membayar untuk sebuah tayangan menghibur selain sinotron “keren-cengan†di rumah.
Semoga saja, kedepannya, perkembangan perfilman di Indonesia bisa lebih baik lagi.
Congratz, KCB! Congratz Habburrahman! Congratz all Movie-Crew! You all did, afterall, not too bad!!
Premiere Ketika Cinta Bertasbih. Cineplex 21- Supermall Pakuwon Indah- Surabaya




berkunjung lg shei…pakabar..??
salam,
Klu novelx aku jg sering khatam..
tp klu nonton blom cozz org banyak kritik filmx krg bgus…
sya nunggu film bajakanx ad dech…
khan lebih murah
hehehe
Pas nonton KCB kukira isi buku 1 dan 2 jadi satu dalam filmnya, ternyata bersambung ya…
shei bisa ngeramal kira2 kapan ada film judulnya : cinta ber kopiyah, atau cinta dalam mukena, tau cinta bersarung..
hehe.. penampkan sih religi udah jadi komuditas..
Kapan ya season 2 nya ?
pakabar shei..?? kemana aja neh..blognya kuq ga update..??
salam, ^_^
KCB? g bgt deh buat dijadiin film mending buat sinetron aja. pasti rating 1 tuh! dijamin! rugi bgt gw nonton. akting pemainnya terutama furqon g pantes buat sebuah film. katanya film bagus pake acara mecahin muri segala, masa’ gw nonton sambl tidur masih nyambung c. sayang bgt ma ceritanya!
Wah malangx aq ! Aq ga bisa lihat KCB ! Uaaah sebel !
pasti lagi bertapa ni orangnnya… kapan update lagi ?
SHEI: “Ni udah update, kang “
waw filmx roman bnget SHC
Erin Andrews Hidden Peephole videos. New Release…
We have the right to watch Erin Andrews peephole videos. New hidden videos have been released from court, showing all you want to see from Erin. Click the above link and download and share the videos before her lawyers delete them….