~Selamat Hari Ibu~
Segelas kopi terlihat mengepul di atas meja, sepiring nasi goreng lengkap dengan koran hari itu ikut nimbrung membuat pagi terasa sempurna. Seorang lelaki setengah baya terlihat beranjak ke meja tersebut dengan terseok-seok. Menahan kantuk. Disambutnya koran hari itu lalu mulai menghirup kopi panas-pahit yang sengaja dihidangkan istrinya.
“Narti..Nak….Sekolah, Nak!†Teriak seorang wanita dengan muka agak kumal, mungkin ia telah memasak di dapur yang mengepulkan asap hitam itu sejak subuh. Rambutnya tergulung ke atas dengan beberapa helai yang memutih. Wajahnya terlihat tua namun tak menutupi paras cantiknya yang sudah inherent.
Narti yang masih meringkuk di tempat tidurnya tak menggubris dan melanjutkan tidur, padahal matahari sudah tinggi. Beberapa menit lagi gerbang sekolahnya pasti tertutup.
“Nartiiiiiiiii!!!†Kali ini ibu tersebut dengan geramnya naik ke kamar anaknya yang terletak di lantai dua. Sebenarnya asam uratnya sedang kambuh, jadi ia berjalan tertatih-tatih sampai akhirnya sampai di ruangan bernuansa oranye tersebut.
“Nartiii, nak, bangun!†serunya, namun agak berbisik. Meski kesal, ia tau jika membangunkan orang dengan kasar akan sukses membuat sakit kepala, jadi, naluri keibuannya mengisntruksikan bahwa ia harus bersikap selayaknya seorang ibu.
“Emmm….†Narti menggumam malas. Ia malah menutupi wajahnya dengan bantal dan memutuskan untuk tetap bertahan di kasurnya yang empuk. Ibunya kini geregetan. Dicubitnya anak gadis semata wayangnya itu.
“Sakiiiit, Mak!!!†jerit Narti sambil meringis. Ibunya melotot, “adikmu sudah berangkat daritadi, Nar, sekarang sudah setengah tujuh!â€
“Apaa?? Kok nggak dibangunin siih!! Dasar Emak ah!†Narti meloncat dari kasurnya sambil mengomel. Buru-buru ia mandi dan berpakaian. Ibunya tampak kembali ke dapur dan menyiapkan Narti sarapan. Asam uratnya kambuh. Meski, tak kuat lama-lama berdiri, ia masih memaksakan diri.
“Nar, sarapan dulu,†saran ibunya ketika melihat Narti turun berseragam rapi.
“Nggak sempet ah! Udah jam segini, huh! Mana motor belum distarter lagi!!†Narti menolak. Ibunya memancarkan ekspresi kecewa. Asam uratnya sedang kambuh. Tapi ia terlihat memaklumi.
“Ya sudah, hati-hati di jalan, berdoa dulu,†ujarnya kemudian. Narti sudah berlalu, bahkan tanpa pamit pada ibundanya. Takut terlambat ke sekolah.
“Bu, Narti mana?†tanya lelaki – suaminya – tentang gadis mereka setelah kembali dari kebun belakang, dengan ampas kopi yang hanya tertinggal di cangkir bercoraknya.
“Sudah berangkat, Yah,†Istrinya menjawab dari balik sumur. Ia sedang mencuci piring.
“Kok nggak pamit? Anak macam apa itu! Kamu juga kok nggak mengajarkannya! Dasar nggak becus!†Damprat suaminya. Istri – dengan asam uratnya yang kambuh- itu hanya menunduk. Menurut didikan ibunya sejak kecil, laki-laki adalah makhluk yang harus dihormati, terlebih suami, apapun yang dikatakanya tidak boleh di bantah. Pamali.
“Ah, ya sudah! Aku mau ke Pak Samawi,†Pamit suaminya kemudian berlalu.
Istilah pak Samawi hanya sebagai abang-abange lambe para lelaki di dusun itu. Pak Samawi sudah meninggal beberapa tahun belakangan, namun istrinya sungguh jelita. Tak heran banyak lelaki di dusun yang senang bukan kepalang menjamahi rumah janda kembang beranak satu itu.
Wanita berparas cantik inherent itu berharap lelakinya tidak turut buta menjamahi istri orang. Ia seolah menolak menghadapi kenyataan bahwa dirinya hanya bisa pasrah meski kejadiannya begitu. Lelakinya berselingkuh.
Prang!
Asam uratnya sedang kambuh. Yang dipikirkannya banyak. Lantai sumur licin. Piring-piring itu berjatuhan– pecah. Kepalanya terantuk. Asam uratnya– sudah dijelaskan- sedang kambuh. Ia tak pernah terbangun lagi sejak kejadian itu– dalam penyesalannya yang mendalam- wanita cantik inherent tersebut mrnyimpan duka mendalam yang tak pernah terutarakan. Lelakinya berselingkuh.
Shei Latiefah,
JKT 22 desember 2008
Selamat Hari Ibu!




Salam buat bunda shei yah..
pertamaxxx… :mrgreen:
udah komen niy shei…
mengerikan juga ya ceritanya..
Wouwww…..
Lelaki berselingkuh … udah sering terjadi tuh…. (sambil ngelirik…sapa yah…wakakak….)
Gud story lah… tapi naudzubillah shei…
Semoga hidup kita lurus yak….. amiiien…..
Shei..violetnya keren loh…. cucok sama orangnya yang cantik…, orang jombang emang banyak yang cantik yah…
@Didien®: Iya, nanti disalamin…., haha..pertamax..pertamax…
@cantigiâ„¢: Thx udah mampir..yah, emang dibuat mengerikan
@ fitri: Beneeer!!! Haha…
MAkasih, itu cuma hobi kok mbak, insyaALLAH saia akan bikin yang lebih bagus lagi
Makasih,, Orang Jombang memang cantik kok, Hahaa…masa sih??
Sejenis-cerpennya bagus, Seft. Selamat hari ibu 2008. Al-jannat takhta aqdam al-ummahat. Terima kasih kaum perempuan!
indahnya dari seorang perempuan…
selamat hari ibu…
@ risdania: Selamat Hari Ibu juga Mbaaak…
halo shei, 3 artikel udah di validasi. selamat mengikuti 1st IBSN Blog Award.. ^_^
Ih suaminya jahat !!!!!
Apa iya semua wanita harus tunduk patuh seperti itu, kalau suaminya salah terus dibiarin aja atas nama norma … hah! *duh kok jadi emosi*
Anyway, selamat hari Ibu ya … buat Ibu-Ibu di luar sana …
Selamat Hari Ibu ya …..
*calon ibu
Suami macam apa itu? sinih ke saya aja.. saya baek kok orangnya, dijamin gak bakal selingkuh dalam kondisi tertentu…
Thanks Shei
selamat hari ibu
met hari ibu…
[...] ~Selamat Hari Ibu~ [...]
Aku sedih..
Shei…sama-sama catlover nih ternyata…tapi lu nggak sopan banget sih ngasih nama kucing lu sama ama panggilan gw “upik”…cepet ganti namaaaaa…………….gw ntar demo ke kampus lu loh…hi..hi..hi…
Tapi kejadian juga sih waktu di kantor dateng Auditor keuangan nanya nama kucing gw, namanya Pak Joko dan kucing gw namanya sama lagi..dodol banget sih, akhirnya nggak gw kasih teu nama kucing gw itu, gw cuman senyum-senyum ajah…sementara temen sebelah gw nih dah ngakak ditahan-tahan sampe jerawatan (eh gak nyampe gitu yah….)
Kesimpulannya…..cepetttttzzzz ganti nama kucing lu…….
meskipun udah telat
Untuk ibumu, selamat Hari Ibu
Untuk semua ibu, selamat Hari Ibu
Untuk calon ibu, di manakah kamu?
pertama mampir nih shei, besok2 mampir lagi deh
@ Suratno: Makasih paaak…slamat hari Ibu juga…
@ cantigiâ„¢ : OK KK!! Siap!!
@ Fenty: hehee, emang jahat iah….
slamat hari ibu juga…
@ gemBelâ„¢: Slamat hari Ibu juga….makasih
@ Mr.El-Adani: Beneer??
Ok Ok, dipertimbangkan…..
@ det: MEt hari Ibu juga..
@ Anas: Met Hari ibu juga..
@ Hendrawan: Sedih kenapa??
@ fitri: Ogaaah, susah tuh bikin namanya
@ septa: Slamat hari ibu juga….
silakan mampir2 terus euy…tidak dilarang kok
met hari ibu buat ibuku
semoga kaum ibu di indonesia dibela hak2nya..
salam kenal mbak dari jogja..
Selamat hari ibu… makasih dah mampir ke mojosari
SElamat hari ibu.. walaupun terlambat untuk mengucapkannyaa… “great late better than nothing”
lam knal ja bu…
@ adi: Slamat hari Ibu..
@ galihrock: Amiin…salam knal balik dari jakarta..
@ Agung Mojosari: Iya, sama2….met hari ibu juga yaa…
@ angga: Hihih, bener bangt…ok, met knal juga..
Begitulah wanita, seorang ibu, seorang istri… Kebanyakan sabarnya, kebanyakan tenggang rasa sama anak, kebanyakan ngalah sama suami, akhirnya malah menyakiti dirinya sendiri. Turut berduka cita untuk Ibu yang asam uratnya kambuh, trus dikhianatin suaminya..
@dewidrupadi: Hihii…iya ya…
HEheh, ok, mau tukeran link???
banyak fenomena dalam kehidupan rumah tangga yang muncul begitu saja tanpa kita sadari. ya, itu lah realita!
dan, tulisanmu ini mewakili salah satunya dek
happy mom’s day ^_^
@INDAH REPHI: Thx, mbak..
happy mom’s day pula….
link udah siyaaapp
Who should i give may love
my respeck and my honour to
who should ipay good mind to
after Allah and Rosululloh
Comes your Mother
Who next
Your Mother 2x
and then your father
I LOVE U MOM….
@INDAH REPHI: Ok, segera di link back..
@ dafhy: Sure, Muhammad said that right??
Wehhh mbak shei mau yg udah mau jadi calon ibu xixixixi
nice story, shei.
lam kenal.
sudah di link tuh.
thx ya.
hiks…ibu yang malang.
Makanya Shei…jangan salah pilih ya…
huehehehe…..
Eh…link dah kupasang jg.
Salam Manis…kagem lare Jombang
Kenal Grup Dangdut Sonatha gak?
Weleh…gak nyambung ya?
ibu yang kita sayangi sangat banyak pengorbanannya pada kita so kita mesti balik berbuat yang baik untuk ibu
semoga blm telat mw ngucapin selamat hari ibu..ibu shei juga perempuan se dunia..
waduh sayang, ibuku tahu nggak ya kalo ada hari ibu
lawong ndeso je ibuku.
yaudah meskipun telat saya juga ucapin SELAMAT HARI calon IBU
Ada juga y yg beginian. Kueren Bu…. Ah dunia memang unik ^_^
Q ga’ mo ngucapin : “Selamat Hari Ibu”, lha wong ke Ibuku sendiri q ga’ ngucapin kok .
Kupikir, doa yang dipanjatkan dgn istiqomah tiap usai sembahyang, itulah yang lebih didambakan.
Bukankah pahala yang tak pernah terputus (dibawa hingga mati) salah satunya adalah doa anak yang sholeh ? – Begitulah kira-kira yang diajarkan junjungan agung kita –
@ bocah: hehe, insyaALLAH doain aja
@ duniafannie: THX…ok, dilink balik ama shei
@ Humorbendol: Heheh, iya ya, malang nian nasibnay **kok saia malah ketawa ** ok, thx mas..
@ arif: Setuju banget..
@ cempluk: THX mas Cempluk
@ JAUHDIMATA: Haha, ya dikasih tau to mas….makasih atas ucapannya…
@ kolongdapur: Iya, ini hanya ungkapan de facto saja, yang penting niatnya kok mas….
sugeng dinten emak
bagus kak…
sbelumnya salam kenal yah kak…
gmana kalo kita tukeran link…???hehe
singgah di blog jar dulu ya…makasi