Perempuan dalam Ranah Politik Indonesia
Keterlibatan perempuan dalam kancah perpolitikan nasional menyurutkan pandangan bahwa kaum hawa tidak layak untuk memimpin. Megawati- yang pernah menjadi Presiden R.I- memberi pandangan bahkan seorang wanita pun bisa menggantikan kedudukan pria untuk memimpin negri.
“Adanya budaya Patriarki menjadi hambatan keterwakilan perempuan dalam perpolitikan di Indonesia,†Angelina Sondakh yang mengenakan batik modifikasi berwarna abu-abu itu memaparkan kendala-kendala keterlibatan perempuan dalam dunia politik. Angie yang juga pernah menjadi Putri Indonesia itu menceritakan pengalamnnya terjun langsung ke lapangan dalam rangka mengumpulkan suara dan hal itu sungguh luar biasa, penuh dengan tantangan, tuntutan dan godaan.
Tersedianya kuota sebanyak 30 persen yang ditetapkan pemerintah pada UU No 12/2002 ternyata belum cukup membuat antusiasme perempuan dalam perpolitikan nasional. Diakui atau tidak, perempuan tetap saja hanya dijadikan komoditi dan ornamen daripada diandalkan secara konsisten.
“Perempuan itu kebanyakan terkena sindroma primadona dimana ia selalu ingin dianggap yang paling cantik lah, paling beken lah, dst. Hal ini yang membuat perempuan itu susah membaur,†ujar Yenny Wahid. Putri dari pemuka agama ternama, Abdurahman Wahid, itu juga memaparkan beberapa kendala yang dihadapi perempuan, antara lain, social construct, biological construct, economy construct dan juga peran agama.
“Satu lagi, budaya Patriarki itu sebenarnya impor dari barat yang memiliki sistem oposisi biner. Kapitalis lawan komunis, liberal lawan demokrasi, dst. Sedangkan di Indonesia, menganut sistem komplementer biner, dimana semua tercipta untuk saling melengkapi,†ungkapnya membantah teori awal Angelina.
Mantan jurnalis, Meutya Hafid, yang juga menjadi pembicara berargumen bahwa seharusnya perjuangan perempuan itu harus dikawal. Mengingat ancaman dunia politik sungguh kejam, Ia juga menolak diberi nomor urut asal-asalan sehingga hanya menjadi bumbu dalam partai itu sendiri.
“Saya menolak diberi nomor urut lebih dari 2 tapi juga tidak mengharap nomor urut 1, untuk angggota senior saja, takut kuwalat,†candanya.
Meutya juga menginformasikan sistem yang ada di partainya yang menganut sistem suara terbanyak, dimana caleg bisa menang dengan mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya.
“Karena sistem nomor urut itu tidak efektif, kebanyakan hanya formalitas saja,†imbuhnya.
P.S: Foto-foto lain di sini






Kodrat perempuan bukan di dapur, kasur, sumur, kasur. Ia sama dengan laki-laki. Kodratnya hanya bahwa dia berkelamin perempuan, punya rahim, bisa melahirkan dan menyusui anak. Sedangkan laki-laki tidak. Itulah kodratnya, tidak bisa diubah lagi. Tentang anggapan bahwa perempuan kodratnya di dalam rumah dan mengurus anak/suami, itu sama sekali tidak benar. Laki-laki juga bisa ngurus anak meski tidak bisa menyusui.
Menurut EncyclopediaAmericana, pada jaman purba, justru perempuanlah yang bekerja di luar rumah (baca: berburu, dll). Alat berburu atau pertanian justru dibuat oleh perempuan, bukan laki-laki. Itu berarti bahwa perempuan juga bisa bekerja di luar rumah, tidak melulu mengurus anak dan di dalam rumah. Tidak juga kodratnya selain kasur, sumur dan dapur.
Salam kenal yah…
Mestinya perempuan di kancah politik perlu diberi kesempatan dan perlakuan yang lebih adil dan terbuka… Salam kenal, salam hangat…
@ jeunglala: waah, saia dukung mbak!! Ayo jadi caleg!!
@ bob: Patriarki itu budaya yang recognizing bapak sebagai pemimpin diatas ibu (lak-laki lebih berkuasa)
@ Didien®: Setuju!!! salam knal juga, tukeran link yuk
@ renny: Ok, sgera di add…
@ ario saja: sebelahe juga ayu lhooo
@ tukyman: Silakan ** ngoleksi senyumannya tukyman **
@ info resep: Nah itu!! makanya, kita harus lebih berjuang keras
@ anton: Thx….
@ ris yuwono: Bener banget!! saia juga ndak pesen itu, tiba2 kayak gini
@ ma2nn-smile: insyaALLAH
@ ullyanov: Wah, sampeyan ini luas yaaa… Hohoho…..salam knal jugaaa..
@ Hejis: Sepakat!! Salam knal jugaa!!
apa pun itu.. yang jelas perempuan indonesia cakep-cakep uey…
palagi dia.. hehehe
Wah, hebat banget ya shei bisa ketemu dengan orang-orang keren.
@ Ferry: Dia sapa , ya?
**saya kali**
@ OAk Edi: hihi, biasa aja kok pak, kahn saia juga keren
Salam kenal..
wanita Indonesia semakin pintar..
Siip…
wah wah wah………ke jakarta foto foto terus ma artis nih yeee…….
perempuan memang mantab…
apalagi masuk ke dunia politik dan nggak terlibat korupsi lebih mantab itu….
perempuan juga ikutan money politic ga
link sudah masuk.. makasih yahhhh…
Ikutan IBSN Award di cantigiâ„¢ yukkk ^_^
@ the fachia: salam knal jugaa…..Makasih ** termasuk wanita Indonesia kahn **
@ Rush: Heheh, supaya eksis
@ ciwir: Nah, insyaALLAH, mohon dukungannya…
@ aRai: wah, itu oknum dooonkz….
@ Didien®: Ok, makasih yaa……
IBSN apa sih??? nggak ngerti
moga2 prempuan di ‘tanah’ politik gak ktularan korupsi yah.. kan prempuan lbih cnderung bisa mngtur keuangan… lam kenal, blogx bagus
@ Ardy Pratama: InsyaALLAH mas yaaah,,,
iya, salam knal, makasiiih……..
perempuan ikut politik??
bukan lg saatnya perempuan selalu di bawah sekarang waktunya perempuan untuk menunjukkan taringnya..
Emansipasi dan pengembangan kapasitas wanita mempang perlu dan mendukung… namun demikian janganlah (kaum wanita Indonesia) sampai keblinger dan melupakan tugas pokoknya yaitu mengurus anak-anak dan keluarga.
Sebaik-baiknya wanita adalah wanita yang soleh dan tetap menjaga ibadahnya…terlepas dari berbagai kegiatan (pengembangan) karir-nya.
Seneng udh bisa mampir kesini, salam hangat dari afrika barat!
Menarik…
Menurut pandangan saya, salah satu hal yang menyebabkan perempuan Indonesia digusur haknya oleh kaum pria, adalah masih adanya tafsir keagamaan yang memposisikan perempuan di bawah pria. Ada jg teks keagamaan yang mengatakan (kurang lebih) sebuah kaum (luasnya peradaban) tidak akan maju jika dipimpin perempuan. Anggapan perempuan memimpin masih dianggap menyalahi kodratnya, menurut pandangan di atas secara sempit. Hal tersebut terbukti ketika pilpres nyoblos langsung pertama di Indonesia, kala itu Megawati SP yang duet dg Pak Hasyim ditumbangkan dengan isu; kepemimpinan politik perempuan dalam pandangan Islam. Hal tersebut blunder kaitannya dengan seorang Pak Hasyim yang nota benenya Ketua Umum PBNU dengan basis religius-traditional. Boleh dibilang pada saat itu kerjaj keras tim sukses Pak Hasyim ya meyakinkan publik tradisional Islam dengan pemahaman yang lebih terbuka soal kepemimpinan perempuan. Atau bisa juga, cuma gara-gara pengen jadi wapres Pak Hashim rela “menghalalkan” Mega jd presiden…Lho..kok. Itu dugaan yang kecenderungan salahnya mendekati 100%.
Trus gmn?
Tergantung masyarakat ingin berangkat dari mana. Kalau berangkat dr UU ya gak jd masalah. Kalau berangkat dari dasar hukum Fiqih kemungkinan sisa-sisa perdebatan pemilu dulu bakal balik lagi. Tapi bukan masalah kok, secara pandangan islam (seperti yg saya yakini) ijtihad tetap terbuka.
………….##### TBC##############
mampir lagi shei…blogging kesini spa tau udh apdet…
maen wifi truzzzzz yaaaaaaa
blajar uy..
aku jadi lebih fokus melihat foto2nya ketimbang tulisannya
soalna aku ga pernah foto2 dengan mereka2 itu
@ anggi: Yes!!
@ domba garut!: Tentu saja mas…ok, salam hangat dari Indonesia..
@ Hashiriya: Silakan berpendapat, tidak dilarang kok..shei jadi moderator saja
@ Didien®: Baru aja Update mas..
@ cantigiâ„¢: Hoho, Hush….
@easy: Haha mbak bisa aja…
kok cm jd moderator…..
pengaruhi opini publik dong….
netralitas tapi yang konstruktif gt loh………….
@ Hashiriya:
sudahlah, saia jadi moderator saja…
cukup adil bukan, daripada berpendapat tapi gak jelas juga…
nanti ada saatnya, saia belum bisa mengidentifikasi
moga aja perempuan indonesia bisa terinspirasi dri film baru berjudul “PERTARUHAN”.
nonton bareng yuk……….
@ bendiel: ooiya? film apa tu?? nonton?? boleh,,,
…………….namanya juga berpendapat…. perkara jelas atau gak jelas bisa aja subyektif…..
kadang yang jelas aja,pura-pura di absurd-kan…..ha………
ada yg jelas pacaran, kl ditanyain jwbnya ” cwo yg mana?…” tu kan absurd….
weleh2….aku dah mampir neh mba……emang kodrat..manusia kaga bisa tuh..dipaksa2..mudah2an ajah dengan tersedianya kuota
30 %…bisa terpenuhi …hehehe
Nduk,.. sae poll blog’e.
Sipp…lah..
Tulusannya yg lbh “nusuk” dong, gak usah takut di seret ke koramil pa kodim. Dikritik tu biasa, otokritik tu luar biasa.
Perut maju, pant*t mundur…!!! lho, maju terus pantang mundur.
Sori shei…numpang anounc…
WARNING…!
To: 2nd “HASHIRIYA”, BLOW OFF, DUDE…!!
28 Des: di GasStation Cikampek. 00.15
Batlle..!
waw.. keren.. kok ibunda sri mulyani gak disebut2.. padahal beliau idola ku ..
hehhehehe.. bukan karna beliau tuh menkeu yang membawahi departemen ku seh.. cuma memang kiprahnya tuh bener2 bikin saia terutama berdecak kagum.. swer tekewer kewer dah.. hehehhehhe
nice blog.. *pura2 nya belum kenal* hahahhahaha